Selasa, 10 Juni 2014

Utility Eksternal

 Program Utilitas Eksternal, diantaranya:
    a.    Registry Cleaner
            Registry Cleaner adalah fasilitas  yang digunakan untuk mengoptimalkan komputer dan membersihkan registry-nya. Salah satu fitur penting pada program ini adalah tersedianya perkakas untuk membersihkan cache yang ditinggalkan oleh program peramban saatbrowsing   di internet.
Fungsi Registry Cleaner        :
               Untuk mengoptimalkan komputer dan membersihkan registry dan cache yang di tinggalkan saat browsing internet.

Cara Kerja Registry Cleaner :
               Adalah menemukan titik KEY referensi dan men-cek keterkaitannya dengan KEY lain. Umumnya tool registry cleaner telah di sematkan fungsi pencirian antara registry Rusak atau Registry yang sengaja dibiarkan bagaimana adanya. 


     b.   Anti virus (Virus Scanner) 
         Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan).
Fungsi Anti Virus
Membantu mencegah virus komputer dengan memperbarui jendela secara teratur dan menginstal program perlin-dungan virus. Update virus harus dilakukan setidaknya sekali seminggu. Dijadwalkan waktu tugas untuk menjalan- kan secara otomatis sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan Anda. Mengatur komputer Anda untuk secara otomatis mendownload update, tetapi menginstal pembaruan secara manual. Jika sistem Anda mulai berjalan sangat lambat tanpa alasan, pergi online dan mendapatkan sistem diperiksa. Scan baik dari seluruh sistem operasi, memori, hard drive dan boot sectordiperlukan. 
Cara Kerja Anti Virus :
On access scanning
          Perangkat lunak antivirus berjalan di latar belakang komputer, memeriksa setiap file yang kita buka. Hal ini umumnya dikenal dengan background scanning, resident scanning, real-time protection, atau lainnya tergantung pada program antivirusAnda.

Ketika Anda klik dua kali file EXE, mungkin akan tampak seperti program biasa yangdijalankan. Namun antivirus  yang pertamakali yang memeriksa program, membandingkannya dengan virus yang sudah dikenal sebelumnya, seperti worm, dan jenis-jenis malware lain. Program antivirus juga melakukan metode " heuristik ", yaitu memeriksa program dari sudut perilaku yang mengindikasikan sebuah virus .


Program antivirus juga scaning jenis file lainnya yang mungkin dapat berisi virus. Sebagai contoh, sebuah file zip mungkin berisi virus terkompresi, atau dokumen Word juga bisa berisi virus berbahaya. File di-scan setiap kali akan digunakan/dibuka. Misalnya, jika Anda men-download file EXE , maka ia akan discan segera, bahkan sebelum Anda    membukanya.

Menggunakan antivirus tanpa on -access scanning umumnya bukan ide yang baik, karena virus yang memanfaatkan celah keamanan dalam program tidak akan tertangkap oleh sistem scaning. Setelah virus menginfeksi sistem, maka akan jauh lebih sulit untuk dighapus. Sangat sulit untuk memastikan jika sebuah malware telah benar-benar dihapus       oleh     antivirus.

Karena on-access scanning biasanya tidak diperlukan menjalankan sistem scan secara penuh. Jika Anda men-download virus ke komputer, maka program antivirus akan segera mengetahuinya. Anda tidak harus scanning secara manual sejak pertama .
Full system scan
          Full system scan bisa berguna untuk beberapa hal. Sistem full scan sangat membantu bila komputer Anda baru kemasukan antivirus atau memastikan tidak ada virus yang tersimpan di komputer Anda. Kebanyakan program antivirus sudah memiliki jadwal scanning secara penuh, seringkali setiap minggu. Hal ini untuk memastikan bahwa file definisi virus terbaru yang digunakan untuk memindai sistem Anda untuk virus aktif .

Scan hardisk juga dapat membantu ketika sedang memperbaiki komputer. Jika Anda ingin memperbaiki komputer yang sudah terinfeksi, memasukkan hard drive di komputer lain dan lakukan scanning secara penuh ( jika tidak melakukan instal ulangWindows) akan berguna. Namun Anda tidak harus menjalankan scan secara lengkap, jika program antivirus sudah melakukan perlindungan scanning dibelakang layar otomatis, teratur dan menyeluruh.

                                   



     c.    Spyware Remover
                     Adalah program yang berfungsi untuk mematikan fungsi atau kinerja spyware yang merusak atau memonitor aktivitas komputer.
Fungsi Spyware remover           :
     Untuk mematikan fungsi atau kinerja spyware yang merusak ataumemonitor  aktivitas      komputer.

Cara  Kerja Spyware  remover : -


     d.   Internet Filter
          Internet filter adalah suatu saringan internet yang digunakan untuk menyaring suatu situs yang dianggap berbahaya dan kurang berkepentingan bagi pengguna internet sehingga hanya informasi yang sesuai saja yang akan diterima oleh pengguna internet.

 Cara Kerja internet filter :
                     Cara kerja dari sistem penyaringan / pemblokiran (filtering) konten situs melalui DNS server ini sangat simple, ilustrasi seperti berikut ini. Asumsikan begini, komputer yang terhubung ke internet, sebut saja si client akan melakukan permintaan (request data) ke komputer lain yang menyediakan berbagai data seperti yang kita inginkan sebagai server). permintaan ini agar bisa terlaksana harus melalui suatu perantara yang disebut sebagai DNS server suatu ketika client melakukan permintaan data ke server yang mengandung kontern berbau pornografi / aksi, misalnya. karena permintaan data tersebut harus melewati DNS server, mau tidak mau isi dari data-data yang diminta oleh client akan dicek terlebih dahulu oleh DNS Server.

    e.    Kompresi file
        kompresi data adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut.
 
Konsep Atau Cara Kerja Kompresi file :

Konsep kompressi mirip dengan konsep mencontek. Kok bisa??? Jangan khawatir, ini hanya illustrasi. Bayangkan saat ujian, murid A menuliskan jawaban pada selembar kertas, melipat-lipat kertas tersebut, lalu melemparnya kepada murid B. Murid B menangkapnya, membuka
lipatan kertas, dan membaca jawaban yang tertera.

Perhatikan, kertas yang terlipat bisa dibayangkan sebagai sebuah file/berkas yang dimampatkan atau dikompress, ukurannya yang lebih kecil membuatnya untuk berpindah tangan. Tetapi untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil dan kecepatan transfer, ada yang harus dibayar sebagai konsekuensinya. Sang penerima (Murid B), harus membuka lipatan kertas tersebut sebelum dapat membaca jawaban ujian. Kita dapat membayangkan proses ini sebagai proses dekompressi, diperlukan waktu dan
resource untuk melakukannya.

Algoritma dan Rasio​

Konsepnya terdengar mudah, bagaimana dengan algoritmanya? Salah satu algoritma yang sederhana ditunjukkan dengan algoritma yang dikenal denga Run-length encoding (RLE).

Contohnya, terdapat string input sebagai berikut:
AAAAAAAABBCCCCDDDDDD​

String tersebut dapat dikompressi menjadi:
8A2B4C6D​

Terlihat, angka di dpan huruf mempresentasikan beberapa banyak hurufyang sama terulang secara berentet. 8A berarti AAAAAAAA, 2B berarti BB, dan seterusnya. Prosees ini juga disebut proses encoding, dengan mentransformasikan informasi ke format lain. Contoh yang cukup dikenal adalah encoding dari format WAV ke MP3,
proses kebalikannya disebut decoding.

Karena tujuannya untuk mengecilkan ukuran, maka perhitungan rasio menjadi suatu tolak ukur keberhasilan sebuah algoritma kompressi. Rasio kompressi dapat dihitung

dengan rumus:

Rasio kompressi = ukuran data sebelum terkompressi/ukuran data setelah terkompressi.
Dari contoh sederhana tadi, ukuran sebelum terkompressi adalah 20 karakter, sementara ukuran setelah terkompressi adalah 8 karakter. Maka diperoleh 20/8 yang menghasilkan rasio kompressi sebesar 2.5, dinotasikan dengan 2,5:1. dan dapat diterjemahkan dalam kalimat: setiap 2,5 karakter pada contoh string tersebut dapat di kompressi hanya 1 karakter.
Beberapa aplikasi seperti Winzip pada Windows, menuliskan rasio kompressi dengan

persentase, melalui rumus:

% rasio kompressi = (ukuran data setelah terkompressi/ukuran data sebelum terkompressi) x 100.
Masukkan angka dari contoh yang sama, yaitu (8/20) x 100 sehingga diperoleh persentase rasio kompressi sebesar 40%. Artinya, hasil kompressi adalah sebesar 40% dibandingkan ukuran aslinya. Dalam hal ini, semakin kecil tentu semakin baik.

                                                                             




     f.     CD/DVD Burning
       Burning adalah istilah yang bisa berarti menyalin. jadi maksudnya Burning adalah menyalin file dan menyimpanya di dalam CD/DVD.

Cara Kerja Burning CD/DVD  :

Pada bagian Reading, dapat dilihat bahwa CD konvensional menyimpan data digital sebagai pola gundukan dan bidang datar, disusun dalam spiral track panjang. Mesin fabrikasi CD menggunakan laser bertenaga tinggi untuk mengetsa pola gundukan menjadi bahan photoresist dilapisi ke piring kaca. Melalui proses pencetakan yang rumit, pola ini ditekan ke cakram akrilik. Piringan tersebut kemudian dilapisi dengan aluminium (atau logam lain) untuk membuat permukaan reflektif dibaca. Akhirnya, disk dilapisi dengan lapisan plastik transparan yang melindungi logam reflektif dari goresan, goresan dan kotoran.

0 komentar:

Posting Komentar